Pagi itu, Senin 26 Januari 2026, menjadi hari yang tak akan dilupakan oleh Maharani Harahap, S.Sos. Perempuan kelahiran Pangkal Dolok Lama, Batang Onang, Kabupaten Padang Lawas Utara, 15 Januari 1977 ini akhirnya sampai pada satu titik yang selama bertahun-tahun hanya ia simpan dalam doa: menjadi Aparatur Sipil Negara.
Maharani adalah ibu dari empat orang anak, sekaligus istri dari Adnan Buyung Lubis, S.H. Di tengah tanggung jawab keluarga, ia memilih tetap bekerja dan mengabdi, meski statusnya bertahun-tahun hanya sebagai tenaga honorer.
“Menjadi honorer itu tidak mudah. Kadang lelah, kadang ingin menyerah, tapi saya selalu ingat anak-anak dan keluarga. Itu yang membuat saya bertahan,” ujar Maharani dengan mata berkaca-kaca.
Sejak tahun 2013, ia mengabdikan diri di Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Padangsidimpuan. Lebih dari satu dekade, Maharani menjalani hari-hari dengan segala keterbatasan—gaji yang minim, kepastian yang tak kunjung datang, namun tanggung jawab pekerjaan tetap ia jalani sepenuh hati.
“Saya tidak pernah memilih pekerjaan. Selama saya dibutuhkan dan bisa bermanfaat, saya jalani dengan ikhlas,” tuturnya.
Dukungan keluarga menjadi kekuatan terbesar dalam perjalanannya. Sang suami, Adnan Buyung Lubis, selalu hadir memberi semangat saat harapan terasa menipis.
“Suami saya selalu bilang, jangan berhenti berjuang. Rezeki dan hasil itu urusan Allah, tugas kita hanya berusaha dan bersabar,” kata Maharani.
Kesabaran itu akhirnya berbuah. Pada hari ini, Senin 26 Januari 2026, Maharani Harahap resmi meraih status sebagai ASN kategori PPPK paruh waktu. Bagi Maharani, capaian ini bukan sekadar status, tetapi bentuk pengakuan atas pengabdian panjang yang telah ia lalui.
“Alhamdulillah, ini bukan akhir perjuangan, tapi awal tanggung jawab yang lebih besar. Saya hanya ingin terus bekerja dengan jujur dan bermanfaat,” ucapnya penuh syukur.
Kisah Maharani Harahap menjadi pengingat bahwa di balik kesederhanaan dan keterbatasan, selalu ada keteguhan hati. Bahwa kesabaran seorang ibu, doa yang tak putus, dan dukungan keluarga mampu mengantarkan seseorang pada mimpi yang selama ini ia jaga dalam diam. ( Redaksi)












Komentar