TAPANULI SELATAN (Berita28.com) – Proyek rehabiltasi SDN 100803 Desa Haunatas, Kecamatan Marancar, Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel), dibiayai APBN dalam bentuk dana revitalisasi Rp 399 juta dinilai buruk.
Soalnya, material yang digunakan berkualitas rendah dan diduga tidak sesuai spesifikasi yang ditetapkan. Pengawas kementerian pendidikan dasar dan menengah serta pengawas dari Dinas Pendidikan Tapsel diminta bertindak tegas. Selain itu, meski tahun anggaran sudah berakhir dan masa penambahan waktu juga telah berakhir, namun hingga, Rabu (28/1/2026) pekerjaan belum juga selesai.
Penegasan itu disampaikan Ketua Himpunan Mahasiswa Aliansi Masyarakat Peduli Hukum (HM AMPUH), Jul M H Lubis didampingi Sekretaris, Imam A Harahap setelah mereka turun dan meninjau langsung pekerjaan dilapangan, baru – baru ini.
Menurut Jul H Lubis, hasil amatan lapangan, terlihat jelas hasil pekerjaan sangat rendah. Itu akibat kualitas material yang digunakan rendah. Misalnya, kayu konsen pintu dan jendela, cat, keramik lantai, dan atap.
Dari kualitas bahan material yang digunakan, diprediksi bangunan tidak akan bertahan lama. Kemudian, para pekerja juga dinilai belum memiliki kemampuan memadai. Itu terlihat dari hasil pekerjaan. Misalnya, plesteran dinding yang kurang rata, pasangan keramik yang kurang rapi. Begitu juga dengan pasangan atap.
Untuk itu, dia meminta pengawas dari kementerian pendidikan dasar dan menengah maupun pengawas dari Dinas Pendidikan Tapsel, untuk tidak langsung menerima hasil pekerjaan. Namun, harus mengevaluasi bangunan terlebih dahulu. Serta memerintahkan pihak pelaksana memperbaiki pekerjaan yang tidak sesuai standar.
Kemudian, pengawas juga harus lebih dahulu memastikan kekuatan bangunan. Jangan sampai, bangunan tersebut menelan korban. Misalnya, ketika terjadi gempa kecil, bangunan roboh yang dapat membahayakan peserta didik. Selain itu, mereka juga meminta aparat penegak hukum agar turun dan melakukan penyelidikan atas dugaan adanya pelanggaran hukum dalam pelaksanaan kegiatan itu, pungkasnya.
Terpisah, Kepala Sekolah SD 100803 Haunatas, Sri Wati Sormin Spd ketika hendak dikonfirmasi, Rabu (28/1/2026) tidak berhasil ditemui. Namun, salah seorang pekerja, Sintong Gultom yang mengaku sebagai pengawas dari unsur masyarakat mengatakan, pekerjaan rehabilitasi sekolah sudah dilaksanakan sesuai dengan jutnis.
Dan ketika ditanya, mengapa pekerjaan belum selesai padahal tahun anggaran telah berakhir, Gultom tidak menanggapi. Namun, dia mengatakan, pekerjaan mereka sudah tahap finishing. Dan beberapa hari kedepan sudah akan selesai. Dia juga menyebutkan, pengawas dari kementerian pendidikan dasar dan menegah bermarga Siagian, sudah dua kali datang ke sekolah tersebut. (Red).












Komentar