oleh

Gara – Gara 3 Tepukan, Padangsidimpuan MANTAP Langsung Hilang

Sore itu, cuaca terasa dingin. Meski tanpa ditemani segelas kopi, aku tetap harus menjalankan rutinitasku mengetik dan membuat berita di kantor kami. Usai menyelesaikan tugas rutin itu, tiba – tiba rasa ngantuk menyerang ku.

Dan entah darimana, tiba – tiba seorang kawan datang dan menyapaku. Setelah bercerita – cerita ringan, si kawan kemudian, mengajak ku berjalan – jalan ke pusat Kota Padangsidimpuan dengan menaiki sepeda motor miliknya. Tapi, setibanya dipusat kota, pemandangan aneh langsung mengangetkanku. Dimana, wajah pusat kota sudah tidak seperti selama ini. Namun, hampir seluruh infrastruktur di pusat kota sudah berubah.

“Ini kan pusat Kota Padangsidimpuan. Tapi, kapan ini berubah ? Trus, kenapa saya ngak tahu kapan Pemerintah Kota Padangsidimpuan melakukan pembangunan secepat ini. Apakah benar ini pusat Kota Padangsidimpuan ? Atau saya sedang berada didaerah lain ?”. Semua pertanyaan itu terus berkutat di kepala ku dan membuat ku bingung.

Melihat kebingungan yang menyelimutiku, si kawan sontak menegurku. Lho, kamu itu kenapa ? tanyanya. Saya langsung menjawab, saya sedang bingung dan linglung. Apakah benar kita sedang berada di Pusat Kota Kota Padangsidimpuan ?, tanyaku. Lantas si kawan menjawab, iya. Kita sedang berada di Pusat Kota Padangsidimpuan, katanya meyakinkan ku.

Pertanyaanku, bukan tanpa alasan. Sebab, aku melihat Pusat Kota Padangsidimpuan sudah berubah total. Disana, sudah berdiri bangunan – bangunan mewah dan modern. Mulai dari Pasar Modern, Plaza, dan gedung – gedung pencakar langit.

Tidak hanya bangunan gedung dan pasar. Wajah pusat kota diperindah dengan penataan jalan yang sangat bagus. Jalan Merdeka yang tadinya dua arah dan ditengahnya ada Alaman Bolak Padang Na Dippu, kini sudah berubah total. Jalan telah diperlebar dan dibagi berbagai jalur. Mulai dari jalur busway, jalur kenderaan roda dua dan dan jalur untuk kenderaan umum. Dan disana juga terlihat ada jembatan penyeberangan yang dibawahnya terdapat halte bus sekaligus tempat pembelian dan pengisian ulang voucher busway.

Yang tidak kalah menariknya, aktivitas warga terlihat sangat sibuk. Warga Kota terlihat hilir mudik. Baik untuk sekedar berjalan – jalan. Dan banyak juga yang berbelanja di mall – mall dan pasar modern diseputaran pusat kota. Disisi lain, aktivitas warga dibeberapa bank juga terlihat cukup sibuk ditandai dengan banyaknya warga yang keluar masuk ke beberapa bank.

Kondisi sama, juga terlihat, dibeberapa kios dan galeri Alat Tukar Mesin (ATM). Artinya, perputaran roda ekonomi masyarakat sudah sangat bagus. Dan pendapatan masyarakat tinggi.

Setelah beberapa lama dipusat kota, si kawan kemudian mengajak melanjutkan perjalanan ke Padang Matinggi, Kecamatan Padangsidimpuan Selatan. Saat melintas di Jembatan Batang Ayumi, saya meminta si kawan untuk berhenti sebentar. Disini, saya juga kaget melihat perubahan Sungai Batang Ayumi yang sempat viral dengan kasus bangunan dek penahan dan taman berbiaya Rp 2,3 milliar, yang oleh BPK dinyatakan total loss. Sungai yang dulunya dangkal dan jorok, kini sudah ditata dengan baik.

Air Sungai jernih dan bening. Disepanjang DAS nya ada taman dan dihiasi dengan berbagai jenis pohon dipinggir sungai. “Ini benar – benar perubahan yang menakjubkan. Luar biasa kepiawaian dan inovasi Walikota dan Wakil Walikota Padangsidimpuan saat ini”, ucapku dalam hati.

Setelah puas melihat pemandangan Sungai Batang Ayumi, dengan tetap berada dijalur sepeda motor (roda dua), kami melanjutkan perjalanan. Disepanjang jalan, aku terus berdecak kagum dengan perubahan Kota Padangsidimpuan. Jalan Imam Bonjol dan SM Raja juga sudah berubah menjadi empat jalur.

Disepanjang jalan, terlihat banyak bangunan pencakar langit yang berdiri megah. Tentu semua itu terwujud, berkat kerja keras dan kekompakan walikota dan wakil walikota serta didukung SDM mumpuni dari jajarannya. Mereka telah berhasil menggiring investor yang menanamkan modalnya di Kota Salak.

Setibanya di Padang Matinggi, disini saya kembali berdecak kagum. Saya sudah tidak melihat Pasar Inpres Padang Matinggi yang kumuh dan kotor. Namun, disana sudah berdiri pasar modern mirip Pasar Tanah Abang sebagai pusat perbelanjaan masyarakat di Kecamatan Padangsidimpuan Selatan. Serta ada juga bangunan plaza dan mall.

“Inikan sesuai visi – misi Walikota dan Wakil Walikota Padangsidimpuan. Menjadikan Kota Padangsidimpuan MANTAP. Kali ini, masyarakat sudah tidak salah memilih pemimpin”, ucap kawanku. Dan aku mengiyakannya dan berkata betul – betul mereka sangat amanah dan menepati janji – janji politiknya.

Kemudian, si kawan mengajak ku istirahat dan minum disalah satu Coffee Shop. Sambil, menikmati kopi dan alunan musik, dia lantas mengatakan, pembangunan sudah merata di semua kecamatan se – Kota Padangsidimpuan. Pembangunan tidak hanya fokus pada infrastruktur. Namun, sektor ekonomi juga sudah membaik. Setiap orang, sudah bisa dengan mudah mendapatkan lapangan pekerjaan.  Sekolah dan berobat di Rumah Sakit Pemerintah gratis, cerita si kawan.

Saat sedang asyik mendengar cerita si kawan, dan menikmati secangkir kopi ditemani sebatang rokok Dji Samsoe ditangan, tiba – tiba ada orang yang menepuk pundakku. Tiga kali tepukan itu, sontak membuat aku terbangun. Sekaligus membuat Padangsidimpuan yang sudah MANTAP, seketika hilang dari pandangan ku.

Nyenyak kali abang tidur ! Jangan – jangan abang telah bermimpi indah, ketusnya. Aku menoleh dan melihat, ternyata yang datang dan menepuk pundakku 3 kali adalah Adnan Buyung Lubis sang CEO Kantor Law Firm Adnan Buyung Lubis. Lalu, dengan sedikit rasa kesal dan gerak yang masih malas, saya menjawab, iya. Tadi saya bermimpi, ucapku.

Mimpi apa abang, tanyanya. Lalu, menceritakan bermimpi tentang Kota Padangsidimpuan yang telah berubah menjadi Kota yang Maju, Andal, Nyata, Tangguh, Aman Profesional. Awalnya, saya menyangka itu sudah benar – benar terjadi. Untung, tiga kali tepukanmu membangunkan sekaligus menghilangkan Kota Padangsidimpuan yang sudah MANTAP dari pandanganku. Ach, ternyata itu hanya mimpi.****

Penulis Adalah Pemimpin Redaksi Berita28.com

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *