Catatan: Adnan Buyung Lubis
Sejak bulan Ramadhan 1447 H hingga hari ini, saya berkeliling di malam hari menggunakan sepeda motor. Apa yang saya temukan sungguh memprihatinkan: di banyak ruas jalan di Kota Padangsidimpuan, lampu jalan dibiarkan mati. Kota ini seolah tenggelam dalam gelap.
Pertanyaannya sederhana namun mendasar: apa yang sebenarnya terjadi dengan Pemerintah Kota Padangsidimpuan? Apakah benar sedang mengalami krisis keuangan hingga urusan mendasar seperti penerangan jalan tidak lagi mampu ditangani? Atau ini bentuk nyata dari kelalaian dan pembiaran yang terus berlangsung tanpa rasa tanggung jawab?
Lampu jalan bukan fasilitas mewah. Ini adalah kebutuhan dasar masyarakat. Ketika lampu-lampu itu mati dan tidak segera diperbaiki, yang dipertaruhkan bukan hanya kenyamanan, tetapi juga keselamatan warga. Jalan gelap membuka peluang terjadinya kecelakaan dan tindak kriminal. Lalu, siapa yang akan bertanggung jawab jika hal itu benar-benar terjadi?
Yang lebih mengherankan, kondisi ini bukan terjadi satu-dua hari. Ini sudah berlangsung sejak Ramadhan hingga sekarang, tanpa terlihat adanya langkah serius dari pihak terkait. Apakah tidak ada anggaran? Ataukah tidak ada kepedulian?
Warga berhak mendapatkan kota yang terang dan aman. Pemerintah tidak bisa terus berdiam diri dan menutup mata terhadap persoalan ini. Jika masalah sederhana seperti lampu jalan saja tidak mampu diselesaikan, lalu bagaimana dengan persoalan kota yang lebih besar?
Sudah saatnya Pemerintah Kota Padangsidimpuan berhenti beralasan dan mulai bertindak. Perbaiki lampu jalan sekarang, atau akui secara terbuka bahwa Anda gagal memenuhi kebutuhan dasar masyarakat.









