Menjelang Idul Fitri 1447 H, suasana bukan cuma wangi kue nastar—tapi juga wangi janji yang dihangatkan ulang tiap tahun
Di grup WhatsApp “Aktivis Anti PHP (Pemberi Harapan Palsu)”, suasana mulai serius… tapi tetap penuh luka lama.
Seorang aktivis, sebut saja Rahmat (karena memang sering “rahmatin” pejabat), mencoba lagi:
“Pak, mohon waktunya setelah Lebaran untuk menindaklanjuti aspirasi warga soal jalan rusak.”
Balasan datang cepat. Terlalu cepat malah:
“Siap. Saat ini kita fokus menjaga kesehatan. Alhamdulillah sehat-sehat BPJS.”
Rahmat bengong.
Dalam hati:
“Ini jawaban kesehatan… atau kode ‘jangan ganggu, saya lagi imun terhadap aspirasi’?” 🤨
Aktivis lain, Abul, tak mau kalah. Dia kirim ke pejabat berbeda:
“Pak, ada ada THR yang dapat dibagi. Mohon arahan.”
Dibalas:
“Lagi berusaha.”
Abul senyum… harapan tumbuh… lalu dia tanya lagi:
“Berusaha apa ya Pak?”
Grup langsung rame:
“Itu kalimat paling fleksibel di dunia. Bisa berarti kerja… bisa juga berarti rebahan sambil mikir kerja.” 😆
Masuk aktivis senior, Bang Ucok. Dia udah kebal janji sejak zaman SMS masih bayar per karakter.
Dia kirim:
“Pak, kapan kita bisa duduk bersama bahas program ini?”
Balasan:
“InsyaAllah setelah Lebaran ya.”
Bang Ucok langsung balas cepat:
“Lebaran tahun ini atau Lebaran berikutnya sekalian, Pak? Biar kami atur kalender sabar.”
…centang dua biru.
…lalu berubah jadi abu-abu kehidupan. 🙃
Akhirnya grup bikin “kamus resmi jawaban pejabat menjelang Lebaran”:
- “Sehat-sehat BPJS”
= Saya sehat, tapi sistem saya sedang tidak menerima permintaan publik - “Lagi berusaha”
= Sedang mencari cara menjawab tanpa benar-benar menjawab - “Setelah Lebaran”
= Deadline yang hanya diketahui oleh Tuhan dan niat baik - “Siap”
= Kata pembuka sebelum tidak ada tindak lanjut
Satu aktivis nyeletuk:
“Kita ini bukan kurang diperhatikan… kita cuma lagi jadi draft, belum di-send sama pejabat.” 😭
Yang lain menimpali:
“Sabar aja. Ini kan bulan maaf-maafan…
mungkin kita harus mulai dengan memaafkan ekspektasi kita sendiri.”
Dan akhirnya mereka sepakat:
Lebaran itu memang soal kembali ke fitrah…
tapi bagi aktivis, fitrah itu artinya:
kembali berharap… meski sudah tahu pola jawabannya sama setiap tahun.









