PANYABUNGAN (Berita28.com) – Pemerintah Kabupaten Mandailing Natal (Madina) menggelar edukasi pasar modal
guna memperkuat literasi keuangan bagi Aparatur Sipil Negara (ASN). Acara yang diikuti pimpinan SKPD dan sejumlah ASN digelar di Aula Kantor Bupati Madina, Komplek Perkantoran Payaloting, Panyabungan, Selasa (19/5/2026).
Kegiatan itu terlaksana berkat kolaborasi Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) Madina dengan Kantor Perwakilan Bursa Efek Indonesia (BEI) Sumatera Utara.
Bupati Madina, H. Saipullah Nasution mengatakan, sangat mendukung kegiatan tersebut. Soalnya, pasar modal bisa membuka peluang dalam memperkuat pondasi keuangan. Apalagi, ketika ada ruang yang mempertemukan investor dengan pihak yang membutuhkan dana, baik swasta maupun pemerintah.

“Melalui pemahaman yang baik, potensi pasar modal dapat dimanfaatkan secara maksimal, baik bagi ASN secara individu maupun pemerintah daerah”, ujarnya.
Karenanya, dia mendorong setiap ASN yang memiliki dana lebih untuk aktif di pasar modal. Karena, perputaran saham berpotensi memberikan keuntungan lebih tinggi dibandingkan menyimpan uang di tabungan bank konvensional.
Menurutnya, tidak hanya individu, pemerintah daerah juga bisa memanfaatkan instrumen seperti sukuk atau obligasi syariah untuk menarik investor pihak ketiga.
“Skema ini disiapkan sebagai opsi jika anggaran dari pusat terbatas. Contohnya, jika usulan penambahan fasilitas di RSUD Madina ke Kementerian Kesehatan tidak terpenuhi, pemda dapat mencari investor melalui pasar modal untuk membangun kamar rawat inap, ruang operasi, dan poliklinik”, tegasnya.
Dijelaskannya, pasar modal berbeda dengan dengan pinjaman konvensional yang menggunakan sistem bunga pembiayaan. Apalagi, jika melalui skema syariah menggunakan sistem bagi hasil dari pendapatan fasilitas yang dibangun.

“Perwakilan BEI Sumut menyebutkan kisaran imbal hasil bagi investor diperkirakan empat hingga lima persen per tahun, dihitung dari hasil usaha fasilitas rumah sakit yang produktif”, jelasnya.
Ia berharap, melalui kegiatan itu, ASN Pemkab Madina bisa lebih melek literasi keuangan dan terbuka peluang kolaborasi dengan sektor finansial untuk mempercepat pembangunan infrastruktur daerah, tandasnya. (Rel/PH).











