PADANGSIDIMPUAN (Berita28.com) – Ketua Umum Yayasan Putra Putri Mandailing Natal (YPPM), Nur Asliah Lubis, berhasil mengukir prestasi gemilang dengan dinobatkan sebagai Lulusan Terbaik pada program Pascasarjana Universitas Islam Negeri (UIN) Syahada Padangsidimpuan, Selasa (7/7/2026).
Pencapaian akademik yang prestisius ini diraih berkat dedikasi dan konsistensi Lia Lubis dalam memimpin organisasi serta kontribusi nyatanya dalam pemberdayaan pemuda di daerah.
Rekognisi melalui pengabdian masyarakat
pihak UIN Syahada Padangsidimpuan memberikan apresiasi tinggi kepada Lia Lubis bukan tanpa alasan. Penilaian tidak hanya didasarkan pada indeks prestasi akademik semata, melainkan juga pada integrasi antara ilmu yang dipelajari dengan implementasi nyata di lapangan.
Dalam proses penilaian portofolio wisudawan, Lia Lubis melampirkan bukti-bukti komprehensif mengenai berbagai kegiatan yang dilakukan oleh YPPM. Program-program yang digagasnya dinilai sangat relevan dengan kebutuhan daerah, terutama dalam hal penguatan karakter pemuda dan pelestarian budaya lokal Mandailing.
“Kami melihat bukti nyata bagaimana Saudari Asliah mampu menggerakkan elemen pemuda-pemudi untuk lebih mencintai dan melestarikan kekayaan budaya Mandailing. Hal ini menjadi poin penting yang menunjukkan bahwa pendidikan tinggi harus mampu memberikan dampak sosial langsung bagi masyarakat,” ungkap perwakilan civitas akademika UIN Syahada.
Komitmen melestarikan budaya melalui pemuda sejak memimpin YPPM, Lia Lubis memang dikenal aktif menginisiasi berbagai kegiatan yang menyasar generasi muda. Fokus utama yayasannya adalah menanamkan rasa bangga terhadap identitas budaya Mandailing di tengah arus globalisasi.
Saat dimintai keterangan, Lia Lubis di YPPM, Rabu (8/7/2026) menyampaikan, capaiannya adalah hasil kolaborasi seluruh pihak di Yayasan Putra Putri Mandailing Natal.
“Gelar lulusan terbaik ini saya persembahkan untuk Kedua Orangtua, Pemerintah Daerah Mandailing Natal seluruh relawan dan pengurus YPPM. Kami ingin membuktikan bahwa pemuda Mandailing Natal mampu berprestasi secara akademik tanpa harus meninggalkan akar budayanya. Justru, ilmu yang kita dapatkan di bangku kuliah harus menjadi modal untuk menjaga marwah budaya kita di masa depan,” ujar Lia Lubis.
Keberhasilan Lia Lubis ini diharapkan menjadi inspirasi bagi mahasiswa dan aktivis muda lainnya di Mandailing Natal agar terus menyeimbangkan antara tuntutan akademik dan tanggung jawab sosial demi kemajuan daerah. (RPP).











