oleh

Politik ” Lupa kacang dikulitnya” lumrah

Politik balas budi sudah biasa apalagi politik “lupa kacang pada kulitnya” sudah lumrah di tanah air  Indonesia.

Memang pada saat pencalonan jadi kepala daerah dan wakil kepala daerah semuanya kalimat yang dirangkai oleh sang para calon sangat indah didengarkan para pendukungnya. Apalagi para Tim sukses yang panatis. Sehingga menaruh harapan besar atas kemenangan sang calon.

Namun, setelah sang calon kepala daerah dan wakil kepala daerah menang dan dilantik serta bekerja. Harapan  besar para pendukung dan tim sukses itu sirna ditelan waktu,malahan mereka seperti merasakan pahitnya empedu. Bahkan jika ketemu seperti tidak pernah kenal selama hidup diatas dunia ini.

Sakitnya lagi, Pendukung dan Tim sukses panatis tersebut dibuat issu yang tidak tidak pada dirinya sehingga yang lain merasa benci terhadap Tim sukses dimaksud.

Ada juga peristiwa ,bilamana para TS datang pada dirinya memohon agar diberikan jalan usaha dia mengelak bagaikan cuci tangan, dan seakan-akan dia menyerahkan sepenuhnya kepada Kepala Organisasi perangkat daerahnya. Padahal sesungguhnya jalan usaha tersebut merupakan titipannya sendiri.

Logikanya, mana mungkin kepala OPD tersebut bisa melaksanakan sesuatu tanpa ada perintah darinya. Karena barang tentu Kepala OPD dimaksud takut dalam mengambil kebijakan bilamana tanpa meminta petunjuk dari Kepala daerah atau Wakil Kepala Daerah.

Maka saya berkesimpulan sementara semuanya itu adalah cara dan pola permainan agar para TS tidak lagi” merengek” meminta jalan usaha kepada Kepala daerah dukungan si TS.

Untuk itu, jangan penuh harap dan juga jangan berkecil hati bilamana calon Kepala daerahmu yang menang akan membuat hidupmu bahagian.***

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *